Surabaya, 11 Oktober 2024 — Bullying dan kekerasan seksual terus menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus bullying dan kekerasan seksual di lingkungan sekolah semakin meningkat dan menimbulkan dampak negatif bagi korban, pelaku, dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, sosialisasi tentang anti bullying dan kekerasan seksual menjadi sangat penting untuk dilakukan di setiap institusi pendidikan.
Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya penanganan kekerasan seksual, Perpustakaan Pusat UPN Veteran Jawa Timur menggelar workshop Sosialisasi Anti Bullying, Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual dalam Dunia Pendidikan pada 11 Oktober 2024. Workshop ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen UPN Veteran Jawa Timur
Dr. Dewi Khrisna Sawitri, S.S., S.Psi., M.Si., CHRM, Kepala Perpustakaan Pusat UPN Veteran Jawa Timur dan juga dosen ilmu manajemen, membuka acara ini dengan menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
Kepala satgas kekerasan seksual UPN Veteran Jawa Timur mengungkapkan bahwa kekerasan seksual dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik verbal maupun fisik, dan sering kali tidak terlihat. “Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi dan pendampingan rutin kepada siswa, agar mereka tahu merasakan dan membedakan bentuk dari bullying dan kekerasan seksual”, ujarnya.
Dampak dari bullying dan kekerasan seksual tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga mempengaruhi atmosfer sekolah dan proses belajar mengajar. Menurut Ike Herdiana salah satu narasumber pada acara tersebut, “siswa yang mengalami bullying cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih rendah, serta masalah kesehatan mental yang lebih serius, seperti depresi dan kecemasan.”

Iswanda Fauzan Satibi, salah satu penyelenggara dan dosen bisnis digital UPN Veteran Jawa Timur, juga menyebutkan pentingnya pendidikan karakter dan sosialisasi mengenai bullying dan kekerasan seksual harus dimulai sejak dini. Ini adalah tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat,” ungkapnya.
Kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan inklusif. Di samping itu, kebijakan yang jelas dan program pendukung seperti konseling serta pendidikan empati dinilai krusial untuk mengurangi kasus bullying dan kekerasan seksual di sekolah.
Lebih lanjut, Noer Aida Triandini, salah satu penyelenggara dan dosen ekonomi pembangunan UPN Veteran Jawa Timur mengharapkan dengan mengedukasi siswa dan membangun kesadaran di lingkungan sekolah, maka dapat mengurangi angka bullying dan kekerasan seksual, serta menciptakan suasana yang lebih aman dan nyaman bagi semua siswa.
Penulis: Noer Aida Triandini, Dewi Khrisna Sawitri, Iswanda Fauzan Satibi
#perpustakaan #literasi #digitalisasiperpustakaan #perpustakaanupnjatim