Delegasi UPN Veteran Jawa Timur Ikuti South East Asia Libraries of the Future Summit 2026

Bali, 12 Juni 2026 – UPA Perpustakaan UPN Veteran Jawa Timur turut berpartisipasi dalam kegiatan South East Asia Libraries of the Future Summit 2026 yang diselenggarakan pada 11–12 Juni 2026 di Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa. Dalam kegiatan tersebut, UPN Veteran Jawa Timur diwakili oleh Kepala UPA Perpustakaan, Dr. Dewi Khrisna Sawitri, bersama dua pustakawan, Amalia Hani Fauziyah dan Abdul Rusy.

Kegiatan yang mengusung tema “Gotong Royong” ini diselenggarakan oleh Elsevier dan di-co-host oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) serta Universitas Udayana. Forum ini menjadi wadah kolaborasi bagi para pustakawan, akademisi, dan pemimpin perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara dalam membahas masa depan perpustakaan di era transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Hari Pertama: Diskusi Strategis tentang Masa Depan Perpustakaan

Rangkaian kegiatan hari pertama berlangsung di Ballroom Renaissance dan diawali dengan cultural performance yang ditampilkan oleh Perpustakaan Universitas Udayana. Acara kemudian dibuka melalui welcome remarks oleh Omar Malik selaku Regional Director Southeast Asia & ANZ Elsevier, dilanjutkan dengan opening remarks dari Mariyah selaku Kepala FPPTI Pusat.

Sesi keynote pertama menghadirkan Carmel O’Sullivan, pustakawan dari University of Southern Queensland, yang membawakan materi berjudul “Aligning Library Strategy to Institutional Goals: Leading with Purpose in Uncertain Times”. Dalam paparannya, Carmel menekankan pentingnya keselarasan strategi perpustakaan dengan tujuan institusi untuk menghadapi tantangan dan ketidakpastian di masa depan.

Keynote kedua disampaikan oleh Aida Mustapha dari University Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah dengan topik “AI as a Catalyst: Reimagining Collaboration for the Future-Ready University”. Materi ini membahas bagaimana kecerdasan buatan dapat menjadi katalis dalam membangun kolaborasi dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.

Selanjutnya, peserta mengikuti diskusi panel bertajuk “AI Readiness in Higher Education” yang dimoderatori oleh Mohd Shahir Shamsir. Diskusi menghadirkan panelis Dr Ng Tao Tao dan Dr. Florenziana Gatruida Junus yang berbagi perspektif mengenai kesiapan institusi pendidikan tinggi dalam mengadopsi teknologi AI.

Pada sesi berikutnya, Dr Rajesh Singh dari University of Delhi menyampaikan materi “Gotong Royong in Action: From Access to Impact”, yang menyoroti pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan akses informasi hingga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat akademik.

Sementara itu, sesi kedua diisi oleh Rosalyn Santos Dino dari University of the Philippines yang membagikan pengalaman dan praktik terbaik pengelolaan layanan perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi.

Seluruh rangkaian kegiatan hari pertama berlangsung sesuai dengan agenda dan rundown yang telah ditetapkan oleh panitia

Hari Kedua: Kunjungan ke Perpustakaan Universitas Udayana

Pada hari kedua, kegiatan dilaksanakan di Perpustakaan Universitas Udayana. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat layanan perpustakaan, inovasi digital, serta budaya lokal Bali yang menjadi bagian dari pengalaman kegiatan.

Agenda diawali dengan pemaparan mengenai Overview of Digital Services and Research Support oleh Cokorda Rai Adi Pramartha. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan gambaran mengenai berbagai layanan digital, dukungan penelitian, serta strategi pengembangan perpustakaan yang diterapkan untuk mendukung kebutuhan sivitas akademika.

Setelah sesi pemaparan, peserta diajak mengikuti library tour untuk melihat secara langsung fasilitas, layanan, dan pengelolaan koleksi di Perpustakaan Universitas Udayana. Kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan praktik baik antarperpustakaan perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Keikutsertaan delegasi UPN Veteran Jawa Timur dalam South East Asia Libraries of the Future Summit 2026 diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama internasional, meningkatkan wawasan terkait transformasi perpustakaan berbasis teknologi, serta mendorong penguatan peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan inovasi yang mendukung pencapaian tujuan institusi pendidikan tinggi.